
Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) adalah skrining yang dilakukan pada bayi baru lahir untuk memilah bayi yang menderita Hipotiroid Kongenital (HK) dan bayi yang bukan penderita. Bayi baru lahir yang bisa diperiksa ialah yang berusia 2-14 hari. Tujuan dilaksanakannya skrining ini adalah untuk mendeteksi kelainan hormon tiroid yang menjadi salah satu resiko timbulnya gangguan fisik dan mental dalam masa tumbuh kembang anak. Darah yang diambil ialah sebanyak 2-3 tetes dari tumit bayi kemudian diperiksa di Laboratorium. Apabila hasilnya positif, bayi harus segera diobati sebelum usianya 1 bulan agar terhindar dari kecacatan, gangguan tumbuh kembang, keterbelakangan mental dan kognitif. UPTD Puskesmas Rawat Inap Sragi sudah melakukan pemeriksaan SHK dari tahun 2018 sampai dengan sekarang.
Kriteria di lakukan SHK :
- Jika bayi harus pulang sebelum 48 jam, pengambilan sampel dilakukan setelah bayi berusia 24 jam.
- Bayi lahir prematur/BBLR dalam keadaan stabil tetap dilakukan pengambilan sampel. Bila hasil negatif pengambilan sampel diulang pada usia 2 minggu.
- Bayi sakit kritis yang dirawat di NICU, pengambilan sampel dapat ditunda sampai umur 2 minggu.
- Batas pengambilan sampel sampai umur bayi maksimal 2 minggu.